kabaratas.com — Selama berpuluh-puluh tahun, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Mulai dari nikel, tembaga, bauksit, hingga kelapa sawit, semuanya melimpah. Namun, sejarah mencatat bahwa hanya mengandalkan ekspor bahan mentah ( raw material ) membuat ekonomi kita rentan dan terjebak dalam pendapatan kelas menengah. Di sinilah hilirisasi menjadi kunci. Hilirisasi adalah proses mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi di dalam negeri sebelum diekspor. Lantas, mengapa strategi ini menjadi harga mati bagi masa depan ekonomi Indonesia? Berikut adalah tiga alasan utamanya: 1. Lompatan Nilai Tambah yang Fantastis Menjual bahan mentah ibarat menjual tanah beserta pohonnya, padahal kita bisa menjual buah atau furniturnya dengan harga jauh lebih mahal. Hilirisasi memberikan suntikan nilai tambah ( value-added ) yang luar biasa. Sebagai contoh nyata pada komoditas nikel: ketika diekspor dalam bentuk bijih ( ore ), harganya rel...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya